![]() |
Marhaen Djumadi Bupati Nganjuk |
NGANJUK, JAVATIMES - Setelah menjalani cuti bersama hari Raya Idul Fitri 1446 H, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk di hari pertama masuk kerja (8/4/2025) untuk tidak telat dan bersantai-santai.
Hal tersebut diingatkan kang Marhaen, agar para ASN dapat kembali fokus bekerja dan melaksanakan aktivitas seperti biasa untuk melayani masyarakat. Seperti yang telah ia contohkan di liburan dan cuti bersama, tetap melakukan aktivitasnya di peringgitan maupun turun langsung ke masyarakat.
Dalam rangka Peningkatan kinerja lembaga masing-masing, maka semua organisasi perangkat daerah (OPD) di hari pertama kerja pada Selasa, (8/4/2025) untuk on time, pintanya, Sabtu, (5/4/2025) malam.
Kang Marhaen juga menyampaikan, apel pagi yang juga akan dijadikan sebagai ajang halalbihalal, yakni sebuah tradisi muslim yang dilaksanakan setelah hari raya Idul Fitri adalah bagian untuk menjaga silaturahmi dan harmoni sosial bersama seluruh ASN kecuali di unit pelayanan masyarakat dan guru yang mengajar.
Halalbihalal disini adalah cerminan dan tradisi yang menekankan sikap persaudaraan, dalam hal ini, dapat dipahami bahwa makna halal bihalal tidak lain adalah saling bermaaf-maafan. Jadi tidak salah kalau saya ucapkan Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faidzin, ujarnya lagi.
Selain itu, kang Marhaen juga menekankan untuk segera melaksanakan evaluasi atas apa yang sudah dan belum berjalan berikut persoalan serta kendalanya mulai hari pertama masuk kerja setelah cuti panjang hari raya.
Apalagi menurut kang Marhaen, saat ini telah memasuki bulan keempat APBD yang telah disetujui oleh DPRD Nganjuk yang diharapkan oleh masyarakat adalah cepat terealisasi dan cepat dirasakan manfaatnya.
Evaluasi ini, dimaksud agar para pejabat yakni dengan mencari aturan sehingga semua pekerjaan itu menjadi pola kerja yang gercep , katanya
Selain itu, kang Marhaen juga menekankan untuk tidak bermain uang dalam mutasi maupun promosi yang sebentar lagi akan ia lakukan. Sebab dirinya bersama Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro lebih kedepankan pada sistem penilaian kinerja ASN.
Untuk menciptakan nol rupiah dalam mutasi maupun promosi, selain karena penyegaran juga karena sistem penilaian kinerja yang akan dilakukan secara adil, transparan, dan dapat memotivasi pegawai ASN untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan pemberian reward atau punishment, pungkasnya.
(Ind)