![]() |
Salah Satu Unggahan Mamang Arifandi di Facebook |
Sumenep, Djavatimes - Joko Suwarno selaku Camat Batang-Batang Kabupaten Sumenep jadi viral usai sambutannya dalam acara rapat koordinasi bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) setempat diunggah di jagat media sosial (medsos).
Video yang berdurasi 30 detik diunggah oleh akun Facebook bernama "Mamang Arifandi" pada Minggu (15/8). Sontak banjir komentar dari pengguna Facebook karena isi sambutannya yang bernarasi ancaman terhadap warga yang tidak mau divaksin.
Kepala Desa (Kades) jangan takut kepada masyarakat, karena khawatir tidak dipilih kembali tahun 2025/2026. Itu kan masih lama, sebut Joko Suwarno dalam video tersebut.
Warga Facebook menilai, jika seorang pejabat tidak sepantasnya melontarkan kata-kata kurang mendidik di depan masyarakat.
Sementara itu, belum diketahui secara pasti kapan rapat koordinasi itu digelar. Hanya saja, sejumlah netizen menganggap bahwa pernyataan seorang pejabat tersebut tidaklah pantas diutarakan di depan rakyatnya.
Lebih lanjut dalam video tersebut, Joko melontarkan bahwa Bupati Sumenep pernah menyampaikan, jika masyarakat menolak divaksin, Kepala Desa (Kades) bisa mencuri sapi milik rakyat.
Kades punya kartu As, jika masyarakat tidak mau divaksin langsung curi sapinya, itu sudah kata Bupati, tegasnya dalam video tersebut.
Sontak akun Facebook yang bernama "Kiky Niufall" berkomentar dalam postingan tersebut. Dia malah heran, apabila ada pejabat yang memiliki karakter seperti itu.
Soro ngeco', ma' tolos ta' melo. Se ngare' sarah bula. Kor amonyi empiyan pak, ngala' sanyamanna gerrem ghaniko (Suruh nyuri, ya pasti tidak kebagian. Yang cari rumput saya. Asal ngomong saja anda pak. Ambil seenaknya sendiri itu mulut), tulisnya dalam kolom komentar.
Sedangkan akun yang bernama "Bram Aji" berkomentar, pejabat negara tidak pantas berkomentar seperti itu, karena akan merugikan masyarakat
Perlu diberikan sangksi tegas itu. Beliau tidak sadar siapa yang gaji mereka, yang hanya duduk di meja dan menikmati fasilitas mewah, tulisnya
Sementara banyak warga Facebook menyayangkan, tidak sepatutnya seorang pemimpin menyampaikan bahasa komunikasi yang menimbulkan kegaduhan.
engko' ta' e vaksin pe, bekna tengate ye, engko' ta' e vaksin pe, bekna tengate, senga' ekecok. Senga' etemo ekeco' pe. Cakna pak nyamat la ekeco'a bekna pe mon ta' ende' e vaksin. Artinya (saya tidak divaksin pi (red: sapi), kamu (red: sapi) hati-hati ya, saya tidak divaksin pi, kamu hati-hati, awas dicuri. Jangan sampai dicuri pi. Kata pak nyamat (red: pak camat) mau dicuri sapinya kalau pemiliknya tidak divaksin), kata orang yang ada dalam video tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Camat Batang-Batang dan Bupati Setempat.
Jurnalis Djavatimes mencoba menelusuri kebenaran video viral tersebut. Diketahui, akun Facebook bernama "Mamang Arifandi" telah memposting video tersebut sekitar 12 jam yang lalu, dengan jumlah komentar sebanyak 85 komentar dan sudah dibagikan sebanyak 151 kali di berbagai akun Facebook lainnya.
(Fauzy